Tampilkan postingan dengan label Tekhnologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tekhnologi. Tampilkan semua postingan

Tips Menjaga USB Flash Disk Tetap Awet

Rabu, 24 Oktober 2012
Tips Menjaga USB Flash Disk Tetap Awet - Cara menjaga flashdisk yang benar - Tips merawat Flash disk - Cara merawat flashdisk

Tips Menjaga USB Flash Disk Tetap Awet

Tips Menjaga USB Flash Disk Tetap Awet.Hanya sebagian orang yang tahu kalo USB flash disk mempunyai umur. Bagaimana menggunakan flash disk [USB Flash Drive]agar lebih awet/tahan lama? hal-hal penting apa yang perlu diketahui tentang flash disk?

Beberapa hal yang menjadi Karakteristik Flashdisk yang mungkin perlu diketahui tentang flashdisk (mu

rni USB Flash disk,bukan MP3/MP4) :

* USB Flash Disk hanya bisa aktif jika ada arus listrik yang bisa diperoleh melalui port USB.

* Beberapa Flash Disk memerlukan arus atau daya listrik yang lebih besar dibanding lainnya, sehingga kadang harus ditancapkan langsung di port motherboard ( tanpa kabel sambungan dan bukan port di depan)agar bisa terdeteksi.

* Flash Disk tidak bisa terbaca jika kabel yang digunakan terlalu panjang, karena biasanya arusnya kurang kuat.

* Flash Disk memiliki umur/masa pakai, misalnya 100.000 baca/tulis atau ketahanan sampai 10 tahun.

* Kecepatan akses membaca lebih cepat daripada menulis di flashdisk.Misalnya membaca 16 MB/s sedangkan menulis 4 MB/s (satu dan lainnya berbeda-beda)

* File sistem yang biasa digunakan adalah FAT atau FAT32, karena bisa diakses hampir dimanapun yang mensupport USB port. Meski bisa diformat sesuai dengan tipe sistem operasi, seperti NTFS.

* Defragment file di flashdisk tidak diperlukan dan tidak berpengaruh ke kecepatan akses, karena flashdisk menggunakan Memory tipe Random Akses.

Bagaimana mengamankan data
didalamnya ?

Satu-satunya jalan sepertinya dengan meng-enkripsi data yang ada di flash disk.Meskipun saat ini ketika membeli flash disk disertakan software yang bisa mengunci (lock), tapi tetap bisa dibuka dikomputer yang tidak ada software tersebut. USB Flash disk kemungkinan tidak rusak meski terkena air atau bahkan terendam, asal sebelum dipakai dikeringkan terlebih dahulu.

Tips Menggunakan Flash disk agar lebih awet

* Jangan menyimpan file-file yang sangat banyak kedalam flash disk, jika memungkinkan lebih baik di zip. Karena semakin banyak menyimpan file maka proses menulis flash disk juga akan lebih banyak, sehingga umurnya juga cepat berkurang.

* Jika tidak begitu penting, hindari mengedit langsung dari flash disk.Alternatifnya copy data di komputer,kemudian di edit dan setelah selesai baru kembali di copy ke Flash disk.

* Jika tidak dipakai/digunakan, lepas Flashdisk dari komputer.

* Usahakan selalu melepas Flashdisk dari komputer melalui "Safety Remove Hardware" dan hindari langsung melepas ketika sedang dalam proses membaca/menulis, karena bisa saja rusak akibat arus listrik.

*Jika file/data yg anda msukkan kedalam flasdsk Penting. Sebaikny anda konvrt bentkny menjadi formt Rar.Dngan mrubah format menjdi bntuk Rar,data/file anda bsa selmat jika flashdisk di scan oleh antivrus.karna jika file pnting anda trdtksi/trjangkit virus maka otomatis file anda bisa hilang/tlah d hncurkn oleh antvrus.Salah satuny Antvrs Kaspersky

Dengan mengetahui tips menjaga USB Flash Disk tetap awet bisa membuat flashdisk kamu awet, walaupun flash disk satu dengan lainnya mempunyai umur dan kecepatan yang berbeda-beda. Satu lagi tips ketika membeli flash disk, jangan hanya melihat harganya, tetapi juga garansinya, jika lebih mahal sedikit tetapi garansi lebih lama, maka pilih yang garansinya lebih lama. Semoga
bermanfaat.

kamera mobile terbaik

Minggu, 07 Oktober 2012
kamera mobile terbaik - kamera handphone terbaik - kamera HP terbaik


Kamera Mobile Pilihan Para Fotografer


Timur Angin dan Anton Ismael; siapa tidak kenal dengan fotografer andal Indonesia ini? Sebagai fotografer profesional dengan segudang aktivitas, keduanya memerlukan aplikasi foto mobile untuk memudahkan mereka bekerja.

“Kalau foto mobile yang dimaksud memotret dengan menggunakan selain kamera SLR, saya sukasmartphone Nokia N9. Di atas itu saya suka kamera mikro ¾ Samsung NS10,” kata Timur Angin.
Video instalasi karya Anton Ismael, Joey Christian, dan Heru Admadja, di toilet pria saat Festival Salihara, Pasar …
Alasannya, lanjut Timur, megapikselnya cukup besar. “Selain itu, saya bisa melawan musuh utamastreet fotografer di Indonesia yaitu satpam. Seringkali saya harus ambil foto orang tapi background-nya harus diambil dari foto lain,” katanya. Sementara kalau harus membawa kamera besar tentu sangat kerepotan, karena belum tentu dapat izin memotret.

“Jadi harus colong-colongan pakai kamera kecil. Saya selalu mengaitkan kegiatan memotret dengan kerjaan, bukan gaya-gayaan,” jelasnya.

Anton Ismael juga demikian. Dia selalu memilih jenis kamera berdasarkan kebutuhannya apakah untuk keperluan jalan-jalan, memotret model atau iklan. “Kalau bicara foto mobile, kemungkinan besar buat travelling. Maka saya lebih memilih kamera saku,” kata Anton.

Ia menggunakan kamera merk Canon, termasuk untuk kamera saku. Alasannya supaya pas dengan sistem yang dimiliki. “Kenapa saya memilih kamera saku, karena sehari-hari saya bekerja menggunakan kamera besar. Kalau bepergian masih bawa kamera besar juga, perasaannya kayak kerja saja, nggak asyiklah,” jelasnya.

Sebelum memilih kamera saku, ia pernah menggunakan kamera di smartphone. Namun ketika akan mencetak hasil jepretan, repot juga. “Hasilnya tidak bisa dicetak besar dan masih banyak kekurangan di sana-sini. Intinya saya gunakan kamera saku karena saya butuh file yang besar, sedangkan sampai saat ini belum ada kamera ponsel yang bisa menyamai kamera saku,” jelasnya.

Untuk spesifikasinya, bagi Anton, paling penting ada setting manualnya. “Supaya saya bisa mengaturspeed dan diafragma yang sesuai dengan kebutuhan saya sendiri, minimal 12 atau 14 megapiksel,” tandas Anton.

Dalam mengedit hasil foto, Timur Angin belum pernah menggunakan aplikasi-aplikasi khusus pengolah gambar di smartphone. “Cuma sekadar tahu saja, karena buat saya fasilitas seperti itu hanya untuk main-main saja. Tapi mungkin bagi orang-orang yang senang fotografi dan tidak berprofesi sebagai fotografer, pasti senang banget,” kata alumnus Institut Kesenian Jakarta ini. Baginya, aplikasi tersebut hanya bisa mengubah foto menjadi bagus tapi tidak bisa dinilai sebagai karya fotografi karena sifatnya instan.

Serupa, Anton Ismael mengaku tak menggunakan aplikasi sejenis, seperti Fhotoroom dan Dark Viewer (Windows Marketplace) atau Camera+ dan Camera 360 (Google Play dan Apple Appstore). “Terus terang, saya sama sekali tidak pernah menggunakan fasilitas-fasilitas kayak begitu. Karena sampai sekarang saya belum menemukan sebuah program yang bisa memfasilitasi kebutuhan yang saya inginkan. Sampai sekarang saya kurang suka dengan yang seperti itu dan lebih nyaman dengan Adobe Photoshop,” tandasnya.

Anton berharap, pada masa mendatang fasilitas fotografi yang ada di smartphone dan sejenisnya memiliki fasilitas setting manual, minimal bisa mengeset sendiri diafragma dan speed-nya, bisa menampung file besar dan megapikselnya juga harus besar.

Sedang Timur Angin ingin teknologi ke depan menghasilkan kamera semakin kecil lagi. “Saya juga ingin memotret dengan kamera profesional, dan bisa menelepon sambil internetan menggunakan kamera profesional itu,” tandasnya. (Iwan S.)

 

Chuzel Blogger Copyright © 2011-2012 | Thanks to Satrio Official